Menurutistilah Listrik 3 Phase terdiri dari 3 kabel bertegangan listrik dan 1 kabel neutral. Umumnya listrik 3 Phase bertegangan 380 volt yang banyak digunakan Industri atau pabrik.
Fasamerupakan sebutan untuk kabel atau penghantar aliran lsitrik yang bertegangan. Untuk mengidentifikasi atau mengetahui apakah suatu kabel adalah fasa maka dapat digunakan alat tespen. Apabila tespen menyala maka kabel tersebut adalah kabel fasa yang memiliki tegangan. Standarisasi Warna Kabel Fasa
SistemTenaga Listrik 3 Fasa - Daya listrik yang dibangkitkan idealnya sistem tenaga listrik 3 fasa disalurkan dan diserap oleh beban semuannya seimbang, P pembangkitan = P pemakain, dan juga pada tegangan yang seimbang. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fasa yang mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fasa dengan yang lainnya mempunyai beda fasa sebesar 120°listrik, sedangkan berbeda dengan fisik mempunyai sebesar 60°, dan dapat dihubungkan secara
Terdapatdua jenis alat yang biasanya digunakan untuk menghantarkan listrik yaitu : 1. Kabel NYM yang biasanya digunakan pada instalasi beban pada motor 3 fasa memiliki 3 inti, selain itu kabel NYM yang biasa digunakan sebagai kabel dari panel distribusi menuju ke rangkaian instalasi 3 fasa memiliki 4 inti yaitu R, S, T, dan N.
ModulPraktikum Workshop Instalasi Tenaga Listrik Percobaan 7 Kendali 2 Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan dengan Menggunakan Timer Delay Relay (TDR) I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa mampu memasang dan menganalisis 2. Mahasiswa mampu membuat rangkaian kendali untuk motor induksi 3 fasa 3.
kerjamengklasifikasikan pemasangan Miniature Circuit Breaker pada instalasi tenaga listrik dengan baik Ranah Kognitif 1. Setelah berdiskusi dan membaca bahan ajar Instalasi Tenaga Listrik, peserta didik dapat menghitung kebutuhan rating pengaman instalasi tenaga listrik sesuai standar PUIL 2011 dengan tingkat kebenaran 80% Ranah Psikomotor 1.
. Kabel fasa adalah salah satu jenis kabel yang biasa digunakan, kabel ini sendiri harus digunakan bersama dengan kabel netral dan kabel ground. Dan ketiga jenis kabel ini tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena ketiga kabel ini hanya akan berfungsi apabila digunakan secara bersamaan dan tidak akan memiliki fungsi apapun jika tidak bersama-sama. Apa sih itu Kabel Fasa ?. Kabel fasa adalah salah satu dari jenis tiga kabel yang akan kami bahas pada artikel berikut ini secara lengkap beserta fungsinya. 1. Jenis dan Pengertian Fasa 2. Penerapan dan Pemasangan pada Instalasi Listrik 1. Pemasangan pada Lampu 2. Pemasangan pada Stop Kontak Istilah ini digunakan untuk menyebutkan kabel aliran listrik yang di dalamnya terdapat tegangan dan hanya bisa diukur dengan menggunakan tespen. Jika di dalam kabel terdapat aliran listrik maka tespen pun akan menyala. Jika berdasarkan pada aturan instalasi listrik secara umum yang diberikan pada tahun 2011 maka kabel berwarna hitam untuk L1, lalu kabel berwarna coklat untuk L2 lalu kabel berwarna abu abu untuk L3. Baik fasa, netral dan ground sendiri adalah nama-nama yang dipergunakan untuk membedakan fungsi dari ke semua kabel tersebut di dalam instalasi listrik yang ada di rumah. Oleh sebab itu ketiganya berjalan bersamaan pada instalasi. Namun hanya kabel ground yang beriringan dengan kedua kabel lainnya di instalasi stop kontak. Ketiga kabel ini harus berjalan beriringan untuk menuju ke komponen yang sama. Sehingga pada saat memasang kabel, jangan sampai tidak bisa membedakan ketiga kabel tersebut ya. Tentu saja karena fungsi kabel fasa dari kabel lainnya sangat berbeda dan jika salah saat memasangkan pada instalasi listrik. Maka aliran listrik tidak akan berjalan atau bahkan bisa mengalami konslet. Penerapan dan Pemasangan pada Instalasi Listrik Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika Anda tidak bisa membedakan kabel fasa dengan kedua kabel lainnya yakni kabel netral dan kabel ground maka bisa berakibat fatal. Dan berikut ini adalah contoh penerapan dan pemasangannya Jika Anda salah menentukan jenis kabel instalasi, akan bisa berakibat fatal, seperti contoh ini 1. Pemasangan pada Lampu Untuk memasangkan kabel ini pada lampu maka fasa harus diletakkan pada sambungan tengah fitting lampu. Kemudian ambil dari keluaran saklar. Anda juga bisa mengambilnya langsung dari inti listrik. Kemudian yang masuk pada saklar merupakan saklar netral. Sehingga saat melakukan perbaikan, Anda harus off-kan saklar agar arus aliran listrik tetap masuk pada fitting lampu. Dan jika Anda menyentuh fitting lampu tanpa pengaman, maka bisa saja Anda akan tersetrum karena tidak ada pengaman. Oleh sebab itu bagi seorang teknisi yang sudah andal, mereka tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. 2. Pemasangan pada Stop Kontak Apabila Anda salah menerapkan ketiga kabel ini untuk stop kontak, hasilnya pemasangannya menjadi kurang tepat. Maka stop kontak pastinya tidak akan bisa bekerja atau tidak bisa dihidupkan. Sehingga tidak bisa digunakan untuk menyalurkan aliran listrik. Stop kontak pun tidak akan bisa digunakan untuk menghidupkan peralatan elektronik karena tidak ada sambungan listrik. Misalnya pada saat Anda menghubungkan fasa pada area yang tidak seharusnya karena sebenarnya kontak hubung itu harus dihubungkan ke kabel netral atau ground. Maka sudah pasti stop kontak tidak akan berfungsi atau bekerja. Oleh sebab itu, perhatikan ketiga jenis kabel ini. Mulai dari dimana letak menyambungkan dan memasangkan kabel fasa di kontak hubung harus sesuai. Termasuk dengan kabel netral dan ground pun pemasangannya juga harus disesuaikan dengan standar yang ada. Baca Juga 1. Mengenal Istilah DPST Secara Lengkap2. Gambar Saklar Seri, Penjelasan dan Fungsinya3. Peralatan Instalasi Listrik Lengkap Dari penjelasan di atas, sudah terjawab mengapa ketiga kabel ini dianggap penting, karena penggunaan kabel fasa, kabel netral dan kabel ground tidak bisa terpisah dan penggunaannya juga tidak boleh sampai salah. Agar dapat berfungsi dengan baik untuk menghubungkan aliran listrik.
Listrik 1 phasa adalah instalasi listrik yang menggunakan dua kawat penghantar yaitu 1 kawat phasa dan 1 kawat 0 netral. Pengertian sederhananya adalah listrik 1 phasa terdiri dari dua kabel yaitu 1 bertegangan dan 1 netral. Umumnya listrik 1 phasa bertegangan 220 volt yang digunakan banyak orang. Biasanya listrik 1 phasa digunakan untuk listrik perumahan, namun listrik PLN di jalanan itu memiliki 3 phasa, tetapi yang masuk ke rumah kita hanya 1 phasa karena kita tidak memerlukan daya besar. Misalnya yang ke rumah kita adalah Phase R, tetangga kita mungkin Phase S, dan tetangga yang lain Phase T.
BismillahirrohmanirrohimSelamat datang di Blog yang akan membahas berbagai hal tentang Listrik, service dan pembahasan tentang Teknologi lainnya. Berbeda dengan pembahasan-pembahasan sebelumnya yang selalu panjang-panjang,,,Boleh kali ya, kali-kali kita bahas yang pendek-pendek. padahal lumayan panjang juga. hehehe...Bukan maksud saya tidak niat membahas soal ini, tapi memang pembahasan soal ini tidak terlalu membutuhkan uraian saja sobat pasti sudah paham... OkeKali ini saya akan coba uraikan definis dari fasa, netral dan itu fasa netral dan Ground ?Fasa, netral dan Ground/arde merupakan nama-nama yang digunakan untuk membedakan fungsi kabel pada instalasi listrik rumah. Ketiga jenis kabel ini biasanya berjalan berbarengan pada instalasi, kecuali ground yang beriringannya hanya pada instalasi stop ketiganya berjalan berbarengan dan memang harus berjalan berbarengan menuju komponen yang sama, maka dari itu, kita sebagai pemasang kabel jangan sampai tidak bisa membedakan fasa, netral dan ground karena fungsinya kita salah memasang kabel fasa, netral dan ground pada instalasi kemungkinan instalasi tidak akan jalan bahkan yang paling buruk bisa menyebabkan dari itu sebaiknya kenali terlebih dahulu perbedaan antara Fasa, netral & Ground dibawah ini Fasaadalah nama yang digunakan untuk kabel aliran listrik bertegangan. Ciri kabel fasa adalah ketika di ukur menggunakan testpen, maka kumparan tersebut akan Peraturan umum Instalasi Listrik 2011 kabel fasa berwarna Hitam untuk L1, Coklat untuk L2, dan Abu untuk L2, dan L3 ini adalah 3 fasa yang disediakan PLN untuk keperluan Industri 3 fasa, biasa untuk keperluan rumah 1 fasa, PLN akan mengambil salah satu Fasa tersebut untuk menuju ke KWH L1, L2 ataupun L3NetralNetral adalah kabel yang tidak bertegangan atau nol. biasanya ketika kita testpen, kabel ini tidak akan menghasilkan api pada testpen. Ini bukan menujukan bahwa kabel ini rusak tetapi memang kabel netral tidak menyalakan Peraturan umum instalasi listrik PUIL 2011 kabel fasa berwarna adalah kabel yang diperlukan untuk pentanahan. sama seperti Netral, kabel Grounding ini tidak bertegangan. Berdasarkan PUIL 2011 kabel Grounding ini berwarna Hijau-kuningSimbol Fasa, Netra & Ground pada Gambar diagram satu garis berdasarkan PUIL 2011 maka simbol dari Fasa netral dan Ground pada Gambar diagram satu garis adalah Dalam buku instalasi listrik, sobat tidak akan menemukan kabal warna hitam, biru dan hijau kuning. Yang ada adalah simbol potongan garis seperto yang ditujukan gambar fasa, Netral & Grounding pada Instalasi listrikJika sobat salah menentukan jenis kabel instalasi, akan bisa berakibat fatal. seperti contoh ini contoh ketika kita salah memasang kabel fasa dan netral pada Fitting lampu Yang seharusnya kabel Fasa menuju ke sambungan tengah Fitting lampu dan diambil dari keluaran saklar, namun sobat mengambilnya langsung dari inti listrik. Kemudian yang masuk pada saklar adalah netral. Maka, jika dilakukan perbaikan, meskipun saklar sudah kita offkan, arus listrik akan tetap masuk pada fitting jika kita menyentuh Fitting lampu tersebut tanpa pengaman maka kemungkinan sobat bisa ke setrum. Maka dari itu sebagai seorang calon teknisi handal atau instalasir, jangan sampai membiarkan hal tersebut adalah contoh gambar ketika saklar kita salah menentukan kabel yang tepat pada komponen. harusnya sseperti dibawah ini Pembahasan ini sudah saya jelaskan lebih lengkap di channel youtube kelistrikanku TV ini Problem kedua Pemasangan Pada stop kontak Jika kita salah menerapkan kabel yang tepat untuk stop kontak maka stop kontak tersebut kemungkinan tidak akan bekerja sebagaimana kita menghubungkan kabel fasa di area yang harusnya dihubungkan pada kontak hubung Grounding maka sudah jelas stop kontak tersebut tidak akan bekerja sebagaimana darii itu, perhatikan pemasangan kabel fasa, netral dan grounding ini dengan sesuai pemasangan kabel pada stop kontak yang benar Kesalahan yang tidak boleh sampai karena kita yang memasang instalasi di rumah, maka kita seenaknya menentukan warna kabel, misalnya kabel biru untuk fasa dan Kuning untuk kita tahu, dan kita sebagai pemasang sudah bisa mementukan kabel yang mana netral dan yang mana yang fasa, tetapi bagaimana jika waktu berlalu dan ketika terjadi gangguan dan akan di perbaiki. Orang lain yang memperbaiki, tentu orang tersebut tidak akan tahu bahwa kita sebagai tenaga pasang memasang kabelnya asal-asalan. Sedangkan orang baru yang mau memperbaiki menuruti standar PUIL tentu bisa-bisa terjadi kecelakaan kerja, karena mungkin saja dia menggap kabal biru tidak ada arus ternyata ada arus sampai terjadi pada sobat...maka dari itu sebaiknya ikuti aturan yang ada agar keselamatan penggunaan dan juga pemasang benar-benar dengan jalur saklar yang ada kabel Biru dan Kuning-hijaunya ?Untuk pemasangan kabel disaklar. kabel yang digunakan sebaiknya berwarna sama. Yaitu warna kabel Fasa yaitu Hitam atau Coklat atau kadang karena keterbatasan kabel, dan rata-rata kabel NYM yang digunakan memiliki 3 warna dasar Hitam, biru dan Hijau-kuning sebagai warna fasa, netral dan grounding standar, maka sebagai pemasang kadang tidak memiliki pilihan lain untuk menggunakan kabel NYM tidak sesuai standar, sebagai pemasangan Instalasi teknisi kita tahu bahwa semua kabel yang masuk ke saklar adalah Fasa apapun warna kabelnya. oleh sebab itu menurut saya, hal tersebut bisa di harus menjadi perhatian khusus adalah pemasangan kabel pada Fitting lampu dan Stop kontak sebagaimana sudah saya jelaskan saja pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi sobat yah,,, Jangan lupa share ke teman-teman sobat. OK... jangan lupa juga komentar dibawahArtikel ini merupakan artikel dari BAB Instalasi listrik rumah. Jika baru bergabung bersama kami dalam membahas instalasi listrik rumah yuk kunjungi belajar Instalasi listrik rumah untuk mendapatkan informasi lebih sobat sedang membaca BAB ini mari lanjutkan membaca next BAB
Pernahkah anda mendengar tentang instalasi listrik fasa? Phase? Atau fase?. Istilah phase, fasa, atau fase itu sendiri yang seutuhnya adalah arus listrik “positif” saja. Tidak ada embel-embel arus netral maupun arde. Kata phase itu sebenarnya sama dengan arus listrik positif. Banyak orang mengartikannya fasa sebagai sebuah bentuk instalasi dari aliran listrik yang terpasang seutuhnya, bukan hanya arus listrik “positif” saja. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa kata fase, fasa, atau phase sebagai sebuah aliran listrik yang terdiri dari arus positif, netral dan arde. Kerancuan istilah tersebut bertambah luas karena tidak ada pemahaman sejauh mana pemakaian istilah phase itu berlaku. Apakah hanya sebatas instalasi listrik yang dikerjakan oleh PLN dari kabel tiang listrik ke meteran di rumah? Atau, berlaku juga pada instalasi jaringan kabel di dalam rumah. Sebenarnya ruang lingkup pengertian pemakaian istilah fasa pada sebuah instalasi listrik dengan menggunakan sebutan phase-input dan phase-output. Pengertian instalasi listrik fasa, pada dasarnya dapat di cek dari pihak PLN sendiri, karena PLN menyediakan jasa pemasangan instalasi listrik mulai dari 1 hingga 3 phase. Semakin banyak jumlah phase yang dipasang pada sebuah instalasi listrik, semakin besar daya yang di distribusikan. Dalam penerapan-nya, instalasi listrik yang dipasang untuk kebutuhan bangunan rumah tinggal memiliki jumlah phase sebanyak satu satu phase. Sedangkan, untuk kebutuhan bangunan industri memiliki jumlah phase sebanyak tiga tiga phase. Untuk kebutuhan rumah tinggal, besaran daya listrik Watt tertinggi 1 satu phase yang sering saya temukan adalah 6600 Watt. Mungkin ada yang melebihi dari angka tersebut, saya kurang mengetahui batasan akhir besaran daya listrik per 1 phase. Jadi, pemahaman istilah phase pada instalasi listrik yang dipasang oleh PLN dapat dikatakan sebagai pengadaan arus listrik positif oleh pihak PLN pada Instalasi listrik satu phase-input dari PLN yang terpasang di bangunan rumah tinggal akan menghasilkan keluaran satu phase juga satu arus positif. Namun demikian, jika kita hendak menggunakan lebih dari satu arus positif di dalam rumah mis. bangunan bertingkat, keluaran satu arus positif ini dapat dipecah menjadi beberapa arus positif. Caranya dengan menggunakan beberapa unit MCB yang dikumpulkan dalam satu kotak dinamakan box MCB. Beberapa unit MCB ini dihubungkan satu dengan lainnya menggunakan potongan kawat tembaga. Kemudian, salah satu dari unit MCB tersebut dihubungkan dengan arus positif yang terdapat pada kabel keluaran meteran PLN. Maka, arus listrik positif akan mengalir ke setiap unit MCB melalui perantaraan potongan kawat tembaga yang terhubung di setiap MCB. Dengan demikian, setiap unit MCB akan memiliki keluaran arus positif berdasarkan kapasitas yang dimiliki oleh setiap unit MCB itu sendiri. Seperti itulah pemahaman dari istilah phase-output, yaitu arus listrik positif keluaran dari meteran PLN sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Jadi, walau pun ada penambahan kata “input” atau “output” di belakang kata phase, keduanya tetap mengacu pada pengertian arus listrik “positif”. Penambahan kedua kata tersebut bertujuan hanya untuk mempermudah pemahaman sebaran arus listrik positif sesuai dengan tempat pemasangannya. Phase-input untuk menyatakan arus listrik “positif” pada jalur kabel mulai dari tiang listrik ke meteran di rumah bagian PLN. Sedangkan phase-output untuk menyatakan arus listrik “positif” pada jalur kabel dari box MCB ke dalam rumah. Terdapat satu karakteristik utama dari pasokan listrik arus bolak-balik atau AC yang memerlukan penjelasan, yaitu “fase”. Pada dasarnya pasokan listrik AC dibagi kedalam sirkuit satu fase dan tiga fase. Sirkuit AC satu fase memiliki dua buah kawat yang dihubungkan ke sumber listrik. Tidak seperti sirkuit DC yang arah arus listrik nya tidak berubah, maka dalam sirkuit AC arah arus berubah berkali-kali tiap detiknya tergantung pada frekuensi pasokan. Listrik 220 volt V yang dipasok ke rumah kita merupakan listrik AC satu fase dan memiliki dua buah kawat aktif’ dan netral’ . disitulah kejelasan dari instalasi listrik fasa. Published by niayupita Membahas tentang Kawat Nikelin serta jenis kawat lainnya View all posts by niayupita Published January 2, 2018January 17, 2018 Post navigation
Penjelasan Kabel Fasa, Kabel Netral Dan Kabel Arde – Pada suatu instalasi listrik rumah maupun gedung pasti menggunakan beberapa macam kabel untuk menyalurakan arus listriknya. Dalam melakukan instalasi listrik rumah maupun bangunan diharapkan untuk mengetahui beberapa hal salah satunya yaitu mengetahui tentang kabel – kabel yang digunakan untuk instalasi tersebut. Hal itu dapat membantu untuk mencegah terjadinya kesalahan pemakaian listrik yang dapat berakibat fatal seperti korsleting listrik, tersengat listrik atau sampai kerusakan alat – alat rumah tangga. Baca juga Pengertian Tespen Dan Cara Menggunakannya Baca juga Instalasi Listrik Rumah Tangga Sederhana Pada umumnya instalasi listrik menggunakan 3 kabel utama yaitu kabel fasa, netral, arde. Kemungkinan masih banyak pemasangan instalasi listrik yang hanya terdiri dari dua kabel yaitu hanya kabel fasa dan kabel netral, maka disarankan untuk instalasi listrik dilengkapi dengan kabel arde juga. Pada artikel kali ini akan dijelaskan mengenai kabel arde yang terdapat pada instalasi listrik rumah maupun instalasi suatu gedung. Pengertian Kabel Fasa Kabel fasa merupakan kabel yang mengandung tegangan dan pada uumnya selalu dilambangkan dengan simbol sinusoida, biasanya kabel ini berwarna kuni atau merah atau juga warna hitam. Didunia kelistrikan kabel ini menggunakan warna hitam sedangkan didunia elektronika warna hitam sebagai kabel negatif. Apabila pada stop kontak atau kabel yang berupa kabel fasa ini jika dilakukan tes dengan tespen maka lampu indikator tespen tersebut akan menyala. Pada beberapa instalasi listrik kabel fasa ini dilabeli dengan huruf “L” yang memiliki arti line. Kabel ini juga dapat disebut dengan kabel api. Baca juga Penyebab Listrik Mati Tapi Meteran Masih Nyala Baca juga Pengertian Busbar Dan Fungsinya Pengertian Kabel Netral Untuk kabel netral pada instalasi listrik menggunakan warna biru, apabila kabel netral ini tersentuh oleh manusia tidak akan tersetrum karena sesuai dengan namanya netral yang berarti tidak mengandung tegangan. Begitu juga kita mengukurnya dengan menggunakan tespen untuk mengukur maka lampu pada tespen tidak akan menyala. Pages 1 2 3 4
Mengapa Ada Sistem 3 phase? Selain ekonomis sistem 3 fasa dikembangkan karena memiliki keunggulan yaitu daya yang ditransmisikan bisa lebih besar dibanding sistem 1 fasa dengan besar penghantar dan arus listrik yang sama. Karena itu mulai dari pembangkitan sampai distribusi, sistem 3 fasa ini digunakan. Pada motor listrik, sistem 3 fasa memberikan daya torsi motor yang lebih besar dibandingkan dengan motor 1 fasa. Dengan medan magnet berputar yang dihasilkan sistem 3 fasa dengan arah dan besaran konstan yang disederhanakan, maka akan menyederhanakan desain atau konstruksi motor listrik. 1. Pengertian 1 Fasa Tegangan 1 fasa adalah instalasi listrik yang menggunakan dua kabel penghantar yaitu 1 kabel di fungsikan sebagai fasa dan 1 kabel lagi di fungsikan sebagai netral. Di Indonesia, sistem 1 fasa ini mempunyai tegangan 220VAC. Sedangkan di berbagai negara, besar tegangan 1 fasa ini bervariasi. Instalasi listrik 1 fasa adalah instalasi listrik yang menggunakan dua kawat penghantar yaitu kawat fasa dan kawat netral. Listrik 1 fasa di Indonesia bertegangan 220 volt. Dengan tegangan 220 volt, listrik 1 fasa banyak digunakan di rumah penduduk. a. Kelebihan jaringan listrik 1 fasa 1 Murah biaya operasional 2 Mudah instalasinya karena menggunakan 2 kawat b. Kekurangan 1 Terbatas skala rumah tangga 2 Generator 1 fasa memiliki ukuran relatif besar 2. Pengertian 3 Fasa Untuk memenuhi kebutuhan dalam suplai daya listrik, sistem 1 fasa dikembangkan menjadi 3 fasa. Sistem ini menggunakan 3 gelombang sinusoidal yang mempunyai perbedaan sudut phase masing-masing 120 derajat. Gambar gelombang listrik 3 fasa. Gambar Gelombang sinusoidal 3 fasa Listrik 3 fasa menggunakan 3 penghantar dan mempunyai tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut fasa sebesar 120⁰. Listrik 3 fasa adalah instalasi listrik yang menggunakan tiga kawat fasa, satu kawat netral atau kawat ground. Tegangannya 380 volt dan banyak digunakan pada industri, pabrik, hotel dan tempat-tempat yang membutuhkan daya besar. a. Kelebihan 1 Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar 2 Harga relatif murah untuk industri dan kehandalannya tinggi 3 Efisiensi relatif tinggi pada keadaan normal dan tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil 4 Biaya pemeliharaan rendah dan mudah dalam perawatan 5 Dapat diproduksi sesuai dengan kebutuhan. 6 Menyediakan daya listrik yang besar karena menggunakan tegangan yang lebih tinggi, maka arus yang akan mengalir akan lebih rendah untuk daya yang sama. Sehingga untuk daya yang besar, kabel yang digunakan bisa lebih kecil sehingga lebih hemat biaya kabel. Untuk motor induksi yang memerlukan daya besar, listrik 3 fasa tidak memerlukan kapasitor lagi untuk menggerakan motor. b. Kekurangan 1 Biaya operasional mahal. B. Hubungan penyambungan 3 fasa Di dalam instalasi tenaga yang saling terhubung antara komponen dan sumber tentunya kita perlukan sambungan. Pada instalasi tenaga listrik 3 fasa bisa digunakan 2 macam hubungan dalam penyambungan dengan 3 penghantar, yaitu 1. Hubungan Bintang atau star Sistem 3 fasa hubungan bintang dengan tegangan 380/220 V Gambar diatas merupakan sistem 3 fasa yang dihubungkan secara bintang. Titik pertemuan dari masing masing fasa disebut titik netral. Titik netral ini merupakan common dan tidak bertegangan. Ada 2 macam tegangan listrik yang dikenal dalam sistem 3 fasa ini a. Tegangan antar fasa yaitu 380 V b. Tegangan fasa ke netral yaitu 220 V Dengan adanya titik netral maka besar tegangan fasa terhadap netral membentuk sistem tegangan 3 fasa yang seimbang. V line = √3 x V fasa = 1,73 V fasa Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua fasa mempunyai nilai yang sama I line = I fasa 2. Hubungan segitiga atau delta Pada hubungan segitiga, ketiga fasa saling dihubungkan sehingga membentuk hubungan segitiga 3 fasa. Gambar Hubungan Segitiga Dengan tidak adanya titik netral, maka besarnya tegangan saluran dihitung antar fasa, karena tegangan saluran dan tegangan fasa mempunyai besar magnitude yang sama, maka V line = V fasa Arus saluran dan arus fasa tidak sama dan hubungan antara kedua arus tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan hukum Kirchoff I line = √3 x I fasa = 1,73 I fasa Sumber Quantumbook
fasa dalam instalasi listrik yaitu